Munculnya AI telah memicu perdebatan di seluruh industri keuangan mengenai apakah mengotomatiskan pekerjaan rutin yang biasanya dilakukan oleh karyawan muda akan menghilangkan pekerjaan atau membuat mereka kehilangan pelatihan yang telah lama menjadi kunci dalam pengembangan karier. Bank-bank global termasuk Barclays Plc dan HSBC Holdings Plc beralih ke AI untuk mengurangi peran pendukung.
Lee mengatakan bahwa AI dapat membebaskan analis junior untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar lebih awal dengan mengambil alih pekerjaan rutin.
Beberapa rekan kerja sudah mulai menulis laporan riset lengkap hanya dalam waktu satu tahun setelah bergabung, dibandingkan dengan tiga hingga empat tahun yang biasanya dibutuhkan di masa lalu, tambah Lee.
Beberapa di antaranya mulai mengawali menelaah atas saham-saham berkapitalisasi besar.
Lee tidak memperkirakan bahwa teknologi ini akan secara signifikan mengurangi jumlah staf di tim risetnya. Analisis tematik yang rumit atau cross-border masih sulit ditiru oleh AI, kata dia.
“Ketika AI pertama muncul, konsensusnya adalah bahwa nilai analis senior akan meningkat, dan kemudian para analis junior mungkin tidak akan menemukan manfaat dan peluang,” kata Lee, yang menjabat sebagai direktur pelaksana senior.
Kemudian, waktu berlalu, dan seiring dengan ditemukannya cara-cara untuk menggunakan AI guna mengoptimalkan alur kerja, “hal ini sebenarnya bisa menjadi peluang besar bagi para analis junior yang benar-benar cerdas dan ambisius,” ujarnya.
(bbn)





























