Logo Bloomberg Technoz

Komponen di luar kelompok makanan yang memberi andil inflasi ialah tarif angkutan udara dengan andil inflasi 0,01%.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi 0,06% dan memberi andil deflasi 0,01%. Komoditas dominan mendorong deflasi adalah emas perhiasan dengan andil deflasi 0,01%. 

Inflasi bulan ke bulan menurut komponen, semua kelompok komponen mengalami inflasi, baik komponen inti, harga diatur pemerintah, dan harga bergejolak.

Inflasi utamanya didorong inflasi komponen harga bergejolak, yakni dengan inflasi 0,77% dan memberi andil inflasi terbesar, yakni 0,13%. Komoditas yang dominan memberi andil inflasi adalah cabai merah, cabai rawit, tomat, sawi hijau, labu siam, dan sawi putih.

Komponen inti mengalami inflasi 0,12% dengan andil inflasi 0,07%. Tidak terdapat komoditas yang dominan memberi andil inflasi pada komponen ini. 

Komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi 0,09$. Komoditas ini memberi andil inflasi 0,02%, yakni dari tarif angkutan udara.

Sebelumnya, berdasarkan konsensus Bloomberg yang melibatkan 14 ekonom/analis, didapatkan median proyeksi inflasi Oktober sebesar 0,27% secara bulanan (month-to-month/mtm).

Mengutip catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga sejumlah kebutuhan pokok tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Sebagian besar stabil, kenaikan tidak terjadi di banyak provinsi.

Misalnya beras. Harga komoditas ini terpantau stabil di sebagian besar daerah, kenaikan hanya terjadi di enam provinsi yakni Jawa Timur (1,84%), Sulawesi Selatan (1,38%), Jambi (1,27%), Banten (0,31%), Kalimantan Utara (0,29%), dan Papua (0,28%).

Sementara daging ayam tercatat hanya naik di dua provinsi. Pertama adalah Sulawesi Barat (4,58%) dan kedua Papua (0,58%).

Ini diikuti oleh stabilnya harga telur ayam ras. Harga hanya naik di Papua (1,19%).

Demikian pula harga daging sapi, yang cenderung stabil dan hanya naik di Gorontalo (3,33%), Banten (0,58%), Papua (0,28%), Kalimantan Utara (0,21%), dan Jawa Barat (0,13%),

Kemudian harga bawang merah juga sepertinya tidak banyak bergerak. Provinsi yang mencatat kenaikan hanya Jawa Timur (11,35%), Gorontalo (6,45%), Jambi (1,72%), dan Banten (0,71%) 

Lalu harga bawang putih juga cenderung stabil di mayoritas provinsi. Masih ada kenaikan di Jawa Barat (3,83%), Sulawesi Selatan (1,39%), Banten (1,35%), Kalimantan Utara (0,49%), Jambi (0,45%), dan Papua (0,18%).

Namun, mungkin komoditas yang bakal dominan mewarnai inflasi Oktober adalah cabai. Harga naik di sejumlah provinsi, dan kenaikannya cukup tajam.

Untuk cabai merah, harga naik di Papua (58,43%), Sulawesi Barat (46,65%), Gorontalo (26,86%), Kalimantan Utara (17,77%), Papua (16,87%), Jawa Barat (9,81%), Banten (9,74%), dan Jawa Tengah (5,5%). Adapun harga cabai rawit naik di Sulawesi Barat (11,17%), Kalimantan Utara (9,66%), Papua (7,61%), dan Sulawesi Selatan (0,45%).

(lav)

No more pages