Logo Bloomberg Technoz

Investasi AI Perlu Terukur, ITSEC Asia Ingatkan Risiko Bisnis

Raden Nurhadi
23 October 2026 13:05

Podcast AICX Talks (dok. Bloomberg Technoz)
Podcast AICX Talks (dok. Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di dunia usaha perlu diimbangi tata kelola dan pengawasan manusia agar investasi teknologi menghasilkan manfaat bisnis yang terukur. Perusahaan yang hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas tanpa mengevaluasi kualitas keputusan berisiko mengeluarkan biaya besar tanpa memperoleh hasil yang sepadan.

Executive Director HAATlab Corey Broschak mengatakan, keberhasilan implementasi AI tidak cukup diukur dari jumlah sistem yang digunakan atau efisiensi operasional yang dihasilkan. Perusahaan perlu menilai sejauh mana teknologi tersebut mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan memberikan dampak nyata terhadap bisnis.

“Keputusan yang salah tetaplah salah, meskipun dibuat lebih cepat dan efisien,” ujar Corey dalam podcast AICX Talks bersama Cakra Yudi Putra, Corporate Strategic Partnership & Program Manager PT ITSEC Asia Tbk.


Menurut Corey, perusahaan masih kerap menggunakan indikator kinerja utama (key performance indicators/KPI) yang berfokus pada tingkat adopsi AI dan peningkatan produktivitas. Padahal, kedua indikator tersebut belum tentu mencerminkan keberhasilan teknologi dalam menghasilkan keputusan yang lebih tepat.

Dia juga menyoroti kesenjangan antara keberhasilan proyek percontohan atau pilot project dan penerapannya dalam skala bisnis. Teknologi yang terlihat menjanjikan dalam tahap uji coba belum tentu dapat memberikan hasil serupa ketika diintegrasikan ke seluruh operasional perusahaan.