Logo Bloomberg Technoz

“Kenapa pangkas produksi? Kan sudah saya sampaikan, demand itu lagi berkurang, di mana lagi overstock. Di China lagi overstock, Shanghai Future Exchange lagi overstock, LME lagi overstock,” tutur Meidy.

Inventaris nikel di berbagai bursa logam utama dunia./dok. BMI

“Terus market juga lagi berkurang kan. Market-nya sendiri, [serapan dari] end market-nya itu lagi berkurang. Jadi pabrik juga harus mengurangi dong produksi. Nanti kalau gue produksi enggak ada yang beli, gimana?" tegasnya.

Dalam kaitan itu, Dirjen Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno menyatakan bakal mempertimbangkan kelebihan pasokan logam nikel dunia sekitar 750.000 mt nikel (Ni) di London Metal Exchange (LME) dan Shanghai Future Exchange (SHFE) dalam menetapkan kuota produksi bijih nikel untuk Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2027.

Tri memberikan sinyal kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2027 bakal lebih rendah dari kuota RKAB 2026 hasil revisi sebesar 290—300 juta mt.

Alasannya, pada akhir tahun ini sejumlah smelter nikel bakal memangkas produksi, serta terdapat kelebihan pasokan logam nikel global.

Kendati begitu, dia belum dapat mengungkapkan besaran kuota produksi bijih nikel untuk RKAB 2027.

“Kemarin untuk nikel itu kan ada pembahasan yang terkait dengan stok yang ada di LME sama SHFE. Nah itu kan over sekitar 750.000 ton. Nah itu juga mesti kita exercise supaya nanti jangan sampai nanti produksi kita menambah lagi over-nya,” ujar Tri kepada awak media di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Kamis (29/10/2026).

Untuk tahun ini, kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026 hasil revisi mencapai 290—300 juta mt, naik dari kuota awal tahun sekitar 260—270 juta mt.

Sebagai informasi, BMI, lengan riset dari Fitch Solutions Company, mempertahankan proyeksi rata-rata harga logam nikel sepanjang 2026 di level US$17.000/mt, lantaran pasar nikel global yang masih mencatat surplus meski keseimbangan pasokan dan permintaan mulai mengetat.

Berdasarkan riset terbarunya, BMI meramal surplus pasar nikel diperkirakan menyusut menjadi 75.500 mt pada 2026, dari 284.000 mt pada 2025.     

Akan tetapi, BMI menilai kondisi pasar yang makin seimbang tersebut masih belum cukup untuk membawa nikel ke posisi defisit.

Produksi nikel olahan global diproyeksikan turun 1% secara tahunan menjadi 3,84 juta mt pada 2026 akibat ketidakpastian kebijakan Indonesia dan mengetatnya ketersediaan bijih.

Sementara itu, konsumsi nikel global diperkirakan tumbuh 4,7% secara tahunan menjadi 3,77 juta ton pada 2026.

Pertumbuhan permintaan terutama ditopang oleh produksi baja nirkarat yang masih menjadi penyangga utama konsumsi nikel.

Dari sisi persediaan, gabungan stok on-warrant di LME dan SHFE mencapai 349.000 mt per 30 September 2026, naik 24,6% sejak awal tahun.

“Kami mempertahankan perkiraan harga nikel tahunan rata-rata 2026 pada level US$17.000/mt, karena sikap kebijakan Indonesia yang lebih akomodatif terhadap sektor nikel dalam negeri telah meredakan kendala pasokan bahan baku,” tulis BMI dalam risetnya baru-baru ini.

Sekadar informasi, kuota kumulatif produksi bijih nikel dalam RKAB tahun ini berada di rentang 260 juta mt sampai 270 juta mt, terpelanting dari realisasi produksi tahun lalu sebanyak 320 juta mt.

Rencana pemangkasan produksi nikel di Indonesia, termasuk oleh empat smelter asal China, dikabarkan menyasar produk mixed hydroxide precipitate (MHP) dan nickel matte sebesar 50% dan nickel pig iron (NPI) sebesar 20% dari kapasitas produksi.

Kabar tersebut diungkapkan oleh Shanghai Metals Market (SMM), yang menyebutkan jika pemangkasan dengan besaran tersebut terealisasi, pasokan MHP akan berkurang hingga 18.000 mt nikel per bulan, nickel matte sekitar 7.900 mt nikel per bulan, dan NPI lebih dari 20.000 mt nikel per bulan.

SMM menegaskan besaran pasti pengurangan masih belum dimintai konfirmasi oleh perusahaan smelter dan otoritas terkait.

Perusahaan-perusahaan tersebut—termasuk Tsingshan Holding Group Co, GEM Co, Lygend Resources & Technology Co, dan Zhejiang Huayou Cobalt Co—berencana untuk menetapkan skala pengurangan produksi yang diperlukan.

(azr/wdh)

No more pages