Logo Bloomberg Technoz

Investor Asing Jual Saham Rp1,5 Triliun Jadi Sebab IHSG Turun

Muhammad Julian Fadli
30 October 2026 08:38

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan saham kemarin, Kamis (29/10/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan tertekan 184,25 poin (3,49%) ke level 5.098.

Jadi pemicu tren turun IHSG, investor asing gencar melangsungkan jual bersih (net sell) mencapai Rp1,52 triliun di perdagangan saham seluruh pasar. Di pasar reguler, investor asing net sell Rp1,08 triliun.

Adapun investor asing net sell terbesar di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp503,49 miliar. Imbas aksi jual, saham BBCA melemah 6,35% di posisi Rp4.940/saham.


Berikut 10 saham dengan angka net sell masif oleh investor asing sepanjang perdagangan kemarin:

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp503,49 miliar
  2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp164,5 miliar
  3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp155,86 miliar
  4. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) Rp103,27 miliar
  5. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp76,53 miliar
  6. PT Indosat Tbk (ISAT) Rp59,12 miliar
  7. PT Timah (Persero) Tbk (TINS) Rp54,78 miliar
  8. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp42,16 miliar
  9. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp40,37 miliar
  10. PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) Rp39,57 miliar

Sementara itu, investor asing net buy terbesar di saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencapai Rp34,85 miliar. Berseberangan dengan tren pembelian, saham BUMI masih melemah 4,72% di posisi Rp121/saham.