Zelenskyy menyatakan bahwa jumlah korban luka akibat serangan Kamis mencapai 71 orang, termasuk 11 anak-anak.
"Ini adalah serangan yang sengaja ditargetkan kepada warga sipil, yang kejamnya tak terkira," tulis Presiden dalam unggahan di platform media sosial X. "Sinyal dari Rusia sangat jelas—mereka ingin perang ini terus berlanjut."
Zelenskyy mengungkap bahwa serangan tersebut terjadi saat negaranya sedang berupaya mengevakuasi warga sipil dari kota Oleshky—wilayah yang hancur akibat perang dan kini di bawah kendali Rusia di Ukraina selatan—melalui gencatan senjata lokal yang langka, yang dimediasi dengan keterlibatan Ibu Negara AS, Melania Trump.
Perusahaan kereta api nasional Ukraina, Ukrzaliznytsia (UZ), telah menerapkan protokol keselamatan yang ketat selama lebih dari setahun di tengah serangan drone dan rudal Rusia yang sering terjadi.
Dalam pernyataannya, perusahaan menyebut bahwa serangan di Dnipro terjadi saat warga sedang menunggu di peron untuk menaiki kereta menuju kota Zaporizhzhia yang terletak tidak jauh dari lokasi tersebut.
Berdasarkan data di situs web perusahaan kereta api tersebut, serangan Rusia telah merusak hampir 600 lokomotif sejak invasi skala penuh dimulai.
Perusahaan menambahkan bahwa serangan terhadap gardu listrik dan stasiun kereta api milik UZ kini terjadi setiap hari.
Dalam salah satu serangan tunggal paling mematikan pada April 2022—tak lama setelah Kremlin melancarkan invasinya—Rusia menyerang stasiun kereta api di Kramatorsk, menewaskan lebih dari 60 orang yang sedang menunggu kereta untuk mengungsi dari kota yang berada di garis depan tersebut.
(bbn)































