Logo Bloomberg Technoz

MEGAPROYEK GRR

Rosneft Kian Tertekan, RI Didesak Cari Mitra Baru di Kilang Tuban

Azura Yumna Ramadani Purnama
27 October 2026 10:00

Logo Rosneft PJSC terpampang pada unit isomerisasi suhu rendah di kilang minyak Novokuibyshevsk, yang berlokasi di Novokuibyshevsk, Rusia./Bloomberg
Logo Rosneft PJSC terpampang pada unit isomerisasi suhu rendah di kilang minyak Novokuibyshevsk, yang berlokasi di Novokuibyshevsk, Rusia./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Praktisi senior industri migas Hadi Ismoyo menyarankan Indonesia mesti mencari mitra baru untuk menggarap grass root refinery (GRR) Tuban atau Kilang Tuban usai raksasa migas Rusia, PJSC Rosneft Oil Company, dikabarkan mengalami tekanan keuangan berat.

Hadi menilai kondisi keuangan Rosneft berpotensi memengaruhi komitmen perusahaan untuk melanjutkan proyek kilang baru berkapasitas 300.000 barel per hari (bph) di Jawa Timur tersebut. 

Terlebih, lanjut dia, Rusia saat ini harus mengalokasikan dana besar untuk membiayai perang.


“Ya. Sangat berpengaruh terhadap komitmen Rosneft ke Kilang Tuban. Rusia banyak menghabiskan dana untuk perang. Kami tidak yakin [Rosneft] punya cukup cash keras untuk melanjutkan Kilang Tuban,” kata Hadi yang juga Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) kepada Bloomberg Technoz, Selasa (27/10/2026).

Grass root refinery (GRR) Tuban./dok. PT Pertamina Rosneft

Ruang Pembatalan