Yield SUN Tenor Pendek Turun, Rupiah Menguat ke Rp18.105/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
29 October 2026 11:44

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tekanan di pasar surat utang Indonesia sedikit terpangkas pada Kamis (29/10/2026). Meski belum menunjukkan penguatan yang meluas, data Bloomberg menunjukkan tenor pendek mencatat penurunan yield.
Yield 1 tahun terpangkas 5,2 basis poin (bps) ke 6,91%, diikuti tenor 1,4 bps ke 7,01%, dan tenor 5 tahun turun 5,3 bps ke 7,5%. Adapun, tenor 8 dan 9 tahun lebih terbatas, dan turun hanya 0,5 dan 0,9 bps ke 7,64%.
Penurunan yield di pasar surat utang siang ini membawa rupiah ke zona hijau dan menguat 0,43% ke Rp18.105/US$.
Sementara, tenor 10 tahun, turun 3,6 bps jadi 7,61%. Walaupun yield tenor acuan 10 tahun sedikit melandai, sejatinya tenor ini masih cukup tertekan dan bertengger di level tertinggi sejak empat tahun.
Sementara itu, pada tenor yang lebih panjang tekanan masih terasa. Dengan tekanan paling besar di tenor 13 tahun yang mencatat kenaikan yield 14,7 bps jadi 7,67%, disusul tenor 11 tahun yang meningkat 14,5 bps jadi 7,67%, dan tenor 18 tahun naik 14,4 bps ke 7,68%, serta tenor 30 tahun yang bertambah 11,4 bps jadi 7,67%.


























