Yield Obligasi RI Naik Akibat Depresiasi Rupiah
Tim Riset Bloomberg Technoz
23 October 2026 12:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar obligasi domestik berbalik arah dan mengalami aksi jual pada Jumat (23/10/2026), di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Melansir data Bloomberg per 10:30 WIB, pergerakan yield sebagian tenor kembali terangkat naik terutama di tenor menengah hingga panjang. Yield tenor acuan 10 tahun ikut naik 1,8 basis poin (bps) jadi 7,43%.
Sementara tenor 5 dan 4 tahun naik masing-masing 1,9 bps jadi 7,27% dan 3,7 bps jadi 7,23%.
Kenaikan yield ini terjadi di saat pasar obligasi global melandai dengan meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed. Bank sentral AS itu diperkirakan menahan suku bunga di level 3,75-4% dengan probabilitas 92,8%. Ekspekstasi itu meredam gerak yield obligasi pemerintah AS, US Treasury, dan terpangkas 15,8 bps jadi 4,96%.
Namun, tekanan dari pasar domestik meninggi terlihat pada lonjakan Credit Default Swap (CDS) INDON 5 tahun yang terkerek naik ke 106 siang ini.
































