Penjelasan BGN soal Ribuan Dapur MBG Tutup Buntut Dana Tidak Cair
Merinda Faradianti
29 October 2026 11:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, memberikan klarifikasi terkait maraknya unggahan di media sosial yang menyebut sejumlah dapur operasional program gizi terpaksa tutup akibat kehabisan anggaran. Ia menegaskan bahwa kendala utama yang terjadi bukanlah ketersediaan dana dari pemerintah, melainkan kelalaian pengelola dapur dalam menyusun Laporan Penggunaan Dana Harian (LPDH).
Mekanisme pencairan dana operasional BGN menerapkan sistem pengisian ulang (top-up) berbasis rekening. Setiap dapur menerima alokasi dana awal yang akan ditambah kembali setelah sisa saldo menyentuh batas tertentu, dengan syarat seluruh penggunaan anggaran sebelumnya telah dipertanggungjawabkan secara transparan.
Sudaryono menjelaskan bahwa proses penambahan dana operasional tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena seluruh anggaran negara harus dipertanggungjawabkan sesuai regulasi yang berlaku.
"Sebelum dapur itu, dananya yang habis itu dikirimi duit lagi, dia harus bisa mempertanggungjawabkan rupiah-rupiah yang sudah dia pakai, dia harus laporkan dan dia bisa pertanggungjawabkan dulu, baru kemudian kita bisa tambahin," ujar Kepala BGN Sudaryono dalam agenda MBG 2.0 di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Pengawasan ketat ini diterapkan untuk memastikan pengalokasian anggaran berjalan secara akuntabel. Dari total 26.385 dapur yang terdaftar, BGN mencatat sebanyak 6.100 dapur belum menyerahkan laporan keuangan harian secara rinci.



























