Logo Bloomberg Technoz

PASAR MIGAS

Meski Pangkas Ekspor Gas Pipa, RI Tak Akan Tekan LNG ke Singapura

Azura Yumna Ramadani Purnama
29 October 2026 08:20

Floatel Triumph, anjungan semi-submersible yang dioperasikan oleh Floatel International Ltd. dan dikembangkan oleh grup Keppel di Singapura,/Bloomberg
Floatel Triumph, anjungan semi-submersible yang dioperasikan oleh Floatel International Ltd. dan dikembangkan oleh grup Keppel di Singapura,/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan tidak bakal mengalihkan kontrak ekspor gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) meskipun memangkas ekspor gas pipa ke Singapura.

Bahlil menyatakan pada tahun ini seluruh kontrak LNG untuk pasar ekspor dan domestik telah terpetakan dengan baik, sehingga tidak terdapat pengalihan ekspor yang dilakukan.

“Kontrak kita tentang gas tahun ini clear ya, LNG clear ya, yang kontrak kita dengan untuk ekspor. Memang pada 2025, saya harus minta maaf karena waktu itu terjadi kelebihan permintaan domestik 60 kargo, adi sebagiannya kita melakukan penyusaian,” kata Bahlil dalam FOREK Hulu Migas 2026, Rabu (29/10/2026).


Bahlil juga menginstruksikan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk mulai mengatur porsi LNG ekspor dan domestik untuk 2027.

Jalur pipa gas untuk mengalirkan gas alam./Bloomberg-Victor J. Blue

Bahlil menginginkan agar pelaku usaha di Indonesia menjaga kontrak dan pembeli yang telah berkomitmen untuk mendapatkan kargo LNG pada tahun depan.