Logo Bloomberg Technoz

Tambang baru PTFI tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi sekitar 130.000 metrik ton (mt) bijih per hari.

Perseroan memprediksi produksi tahunan tambang Kucing Liar pada tingkat operasi penuh dapat mencapai sekitar 750 juta pon tembaga dan 735.000 ons emas.

“Rencana tambang jangka panjang PTFI mencakup peningkatan produksi di Kucing Liar, yang akan dimulai pada periode 2030, hingga mencapai kapasitas desain sekitar 130.000 metrik ton bijih per hari. Jadwal dimulainya proyek saat ini sedang ditinjau,” tegas manajemen FCX.

Ramp Up GBC

Di sisi lain, manajemen FCX menyatakan pemulihan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) berjalan sesuai target—usai sebelumnya sempat tutup gegara terdapat longsor bawah tanah.

Pada kuartal III-2026, kapasitas produksi smelter perseroan rata-rata mencapai 141.000 mt bijih per hari atau setara 67% dari kapasitas. Dalam kaitan itu, tambang GBC sudah mulai memasok bijih sekitar 70.000 mt per hari dari.

“PTFI tetap memperkirakan akan mencapai 80% dari kapasitas pada pertengahan 2027 dan mendekati kapasitas penuh pada akhir 2027,” ungkap manajemen FCX.

Lebih lanjut, PTFI disebut telah menyelesaikan kegiatan restorasi yang diperlukan untuk memulai penambangan di  Blok Produksi 2 dan 3 GBC, serta memulai kegiatan peningkatan produksi awal pada akhir Maret 2026.

Manajemen FCX menegaskan PTFI terus melakukan persiapan untuk memulai kembali produksi dari Blok Produksi 1S sesuai target pada pertengahan 2027.

Sebelumnya, FCX mengungkapkan telah menggelontorkan dana sekitar US$1,4 miliar atau sekitar Rp25,18 triliun untuk pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar garapan Freeport Indonesia.

Manajemen FCX mengungkapkan pengembangan tambang bawah tanah tersebut telah dilakukan sejak 2022. Selain itu, investasi modal tambahan diperkirakan mencapai sekitar US$4 miliar hingga 2033 atau sekitar US$500 juta per tahun.

Sebelumnya, FCX melaporkan berdasarkan hasil eksplorasi terbaru Freeport, cadangan tembaga yang dapat diekstraksi di tambang Kucing Liar hingga 2041 diprediksi meningkat menjadi 8 miliar pon dan emas menjadi 8 juta ons.

Besaran tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan perkiraan cadangan sebelumnya, yakni tembaga sebesar 7 miliar pon dan emas 6 juta ons.

Dalam laporan kinerja FCX, dijelaskan bahwa nantinya produksi rata-rata dari Kucing Liar pada kapasitas penuh mencapai 750 juta pon tembaga dan 735.000 ons emas atau lebih tinggi 35% dari perkiraan sebelumnya.

“Selama 2025, PTFI menyelesaikan studi untuk mengevaluasi potensi perluasan area tambang yang sebelumnya dirancang untuk beroperasi pada tingkat jangka panjang 90.000 ton bijih per hari,” tulis manajemen FCX dalam dokumen resminya, Rabu (27/1/2026).

“Studi tersebut mengidentifikasi peluang perluasan biaya rendah untuk meningkatkan kapasitas desain Kucing Liar menjadi 130.000 metrik ton bijih per hari dan meningkatkan cadangan Kucing Liar sekitar 20%,” kata manajemen FCX.

Di sisi lain, Direktur Utama PTFI Tony Wenas menilai keberlanjutan produksi setelah 2029 akan didukung oleh mulai beroperasinya tambang bawah tanah Kucing Liar, yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Tambang tersebut disiapkan untuk menggantikan kontribusi Deep Mill Level Zone (DMLZ) yang secara bertahap mengalami penurunan tonase sehingga produksi perusahaan dapat tetap terjaga.

"Pada 2029 direncanakan tambang Kucing Liar akan mulai bisa kita tambang untuk menggantikan DMLZ yang mulai merendah tonasenya, sehingga kelangsungan penambangan sekitar 220.000 metrik ton bijih per hari dapat dilanjutkan," kata Tony dalam agenda rapat dengar pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Selasa (14/7/2026).

(azr/wdh)

No more pages