Logo Bloomberg Technoz

Di tengah penurunan volume tersebut, harga jual rata-rata emas meningkat 36,5% yoy menjadi US$4.583 per ons dari US$3.357 per ons pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Manajemen FCX menjelaskan penurunan penjualan tembaga dan emas terutama disebabkan oleh tingkat operasi PTFI yang lebih rendah selama proses peningkatan produksi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC).

Selain itu, penjualan emas pada kuartal III-2026 turut terdampak penundaan penjualan sekitar 60.000 ons emas olahan dari kuartal III ke kuartal IV-2026.

“Terutama mencerminkan tingkat operasi yang lebih rendah di PTFI selama fase peningkatan produksi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave. Volume penjualan emas pada kuartal III-2026 juga dipengaruhi oleh penundaan sekitar 60.000 ons emas murni dari kuartal III-2026 ke kuartal IV-2026,” tulis manajemen FCX dalam keterangan resminya, dilansir Rabu (28/10/2026).

FCX memperkirakan penjualan PTFI sepanjang 2026 mencapai sekitar 700 juta pon tembaga dan 632.000 ons emas. 

Manajemen FCX menjelaskan penjualan tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan produksi karena sebagian hasil produksi ditahan dalam persediaan di fasilitas smelter PTFI.

FCX memperkirakan terdapat penundaan penjualan sekitar 100 juta pon tembaga dan 70.000 ons emas yang terkait dengan persediaan di fasilitas peleburan tersebut. 

“Volume produksi tembaga dan emas untuk 2026 diperkirakan akan melebihi volume penjualan, yang mencerminkan penundaan sekitar 100 juta pon tembaga dan 70.000 ons emas terkait persediaan yang disimpan di operasi peleburan PTFI,” tegas manajemen FCX.

Adapun, manajemen FCX sebelumnya mengungkapkan rata-rata pengolahan bijih PTFI pada kuartal III-2026 mencapai 140.000 metrik ton per hari atau sekitar 67% dari kapasitas normal sebelum longsor tambang bawah tanah terjadi.

FCX melaporkan dari jumlah bijih yang diolah tersebut, tambang bawah tanah GBC memasok sekitar 70.000 metrik ton bijih per hari.

"Kemajuan signifikan terus dicapai dalam proses peningkatan produksi secara bertahap di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave," ungkap perwakilan manajemen FCX dalam keterangan tertulis di situs resminya, diakses Senin (5/10/2026).

Manajemen FCX memastikan tambang bawah tanah GBC bakal beroperasi dengan kapasitas sekitar 80% pada pertengahan 2027 dan mendekati kapasitas penuh pada akhir 2027.

Perseroan menyatakan pemulihan tambang bawah tanah terus dilakukan, utamanya agar produksi dari Production Block 1S dapat kembali dilakukan pada tahun depan.

Produksi Smelter

Di sisi lain, FCX menyatakan smelter PTFI  kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, Jawa Timur telah beroperasi kembali pada akhir 2026.

FCX menegaskan peningkatan produksi berjalan sesuai dengan ekspektasi perseroan.

Sekadar infomrasi, smelter PT Smelting, dengan kapasitas katoda tembaga sekitar 342.000 metrik ton per tahun, telah kembali beroperasi secara normal setelah sempat berhenti selama sekitar dua minggu pada Agustus untuk memperbaiki tanur.

Sementara smelter di Manyar, Gresik kembali menerima pasokan konsentrat pada Agustus dan diperkirakan akan memproduksi katoda tembaga pada September.

Smelter tersebut sebelumnya berhenti beroperasi, sebab terdapat insiden longsor di tambang GBC, sehingga pasokan bijih tembaga hanya mencukupi untuk smelter PT Smelting.

Dalam kesempatan sebelumnya, PTFI menargetkan produksi katoda tembaga dari smelter Manyar pada Oktober 2026 mencapai 35 juta pon, kemudian naik ke level 55 juta pon pada November 2026, dan mencapai 57 juta pon pada Desember 2026.

Selain itu, PTFI memproyeksikan produksi katoda tembaga sepanjang tahun ini dapat mencapai 800.000 juta pon. Sebanyak 600.000 juta pon berasal dari smelter PT Smelting, sedangkan 200.000 juta pon dari smelter Manyar.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menegaskan operasional penuh tambang bawah tanah GBC ditargetkan menyentuh level 100% pada akhir 2027.

Tony menargetkan perbaikan tambang bawah tanah tersebut dapat mencapai level 65% pada semester II-2026. Kemudian, pada semester I-2027 perbaikan ditargetkan mencapai level 75%.

"Kuartal III ramp up, tergantung konsentratnya. [Target beroperasi penuh] sama dong [seperti tambang GBC pada akhir 2027], tunggu konsentratnya penuh dia baru bisa penuh," ungkap Tony ketika ditemui awak media di Kompleks DPR, Rabu (10/6/2026).

(azr/wdh)

No more pages