Selain itu, pelaku pasar juga menantikan kabar dari AS. Kamis (29/10/2026) dini hari waktu Indonesia, The Fed akan mengumumkan hasil rapat Komite Pengambil Kebijakan (Federal Open Market Committee/FOMC).
Berdasarkan CME FedWatch, peluang Gubernur Kevin Warsh dan kolega untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke 4-4,25% hanya 6,6%.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas kurang menguntungkan saat suku bunga naik.
Analisis Teknikal
Lalu bagaimana perkiraan gerak harga emas untuk hari ini, Rabu (28/10/2026)? Apakah bisa terjadi kenaikan tiga hari beruntun?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih tersangkut di zona bearish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 41. RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang berada di posisi bearish.
Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 30. Menghuni area jual (short) yang kuat, bahkan sudah di ambang batas jenuh (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sepertinya akan bergerak dalam rentang yang relatif terbatas. Di sisi support, US$ 4.019/troy ons rasanya akan menjadi target terdekat.
Cermati pivot point di US$ 4.008/troy ons. Dari sini, harga emas bisa saja menguji level US$ 3.997-3.957/troy ons.
Target paling pesimistis adalah US$ 3.940/troy ons.
Sementara di sisi resisten, US$ 4.084/troy ons kemungkinan bisa menjadi target terdekat. Penembusan di titik ini bisa mengatrol harga emas dengan target paling optimistis di US$ 4.095/troy ons.
(aji)



























