Logo Bloomberg Technoz

David Swensen, mendiang kepala investasi Yale yang telah lama menjabat, mengadopsi model investasi baru pada 1980-an dengan mengunci dana untuk jangka panjang pada sejumlah kelas aset, seperti ekuitas privat (private equity) dan modal ventura (venture capital). Pendekatan ini dikenal sebagai “model Yale”. Meski sejak lama menjadi salah satu pemimpin dalam hal imbal hasil, Yale tertinggal dari sejumlah universitas besar lainnya dalam beberapa tahun terakhir.

Kinerja Yale tahun ini melampaui median imbal hasil sekitar 19% sebelum biaya pengelolaan yang dicatat oleh institusi pendidikan dengan aset US$500 juta atau lebih, menurut Wilshire Trust Universe Comparison Service. Keuntungan dana Yale sedikit di bawah imbal hasil yang dilaporkan University of Pennsylvania sebesar 27,4% dan Harvard University sebesar 27,1%.

Imbal hasil tahunan rata-rata Yale selama 10 tahun mencapai 11,7%, tertinggal dari sesama universitas anggota Ivy League, yakni Brown, Penn, dan Dartmouth, berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg.

Universitas-universitas tersebut menghadapi pajak dana abadi yang lebih tinggi akibat undang-undang federal yang disahkan tahun lalu.

Yale menyatakan keuntungan tahun ini membuat kewajiban pajaknya mencapai sekitar US$900 juta, berdasarkan kenaikan tarif pajak federal atas pendapatan investasi bersih menjadi 8%. Universitas tersebut memperkirakan pajak itu akan menelan biaya sekitar US$350 juta per tahun, dengan jumlah yang terus meningkat seiring waktu. Pajak tersebut dikenakan atas keuntungan investasi yang telah direalisasikan.

(bbn)

No more pages