Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BCA meningkat 8% YoY menjadi Rp1.301 triliun. Adapun dana giro dan tabungan atau current account and savings account (CASA) tumbuh 10,4% YoY menjadi Rp1.103 triliun.
“BCA berkomitmen menyalurkan kredit ke beragam sektor untuk mendukung perekonomian nasional, dengan senantiasa mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perseroan,” kata Hendra.
Dari sisi kualitas aset, rasio loan at risk (LAR) BCA tercatat sebesar 4,6%, sedangkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) berada di level 1,8% hingga kuartal III-2026.
Selain itu, kredit berkelanjutan BCA meningkat 16,3% YoY menjadi Rp280,3 triliun per September 2026. Nilai tersebut setara dengan 26,4% dari total portofolio pembiayaan perseroan.
Untuk mendukung pembiayaan sektor usaha kecil dan menengah, BCA juga menawarkan program Kredit Multiguna Usaha (KMU) Hari UMKM 2026 dengan suku bunga mulai dari 5,81% efektif per tahun. Program tersebut berlaku sejak 1 Juli 2026 hingga Januari 2027.
(fik)


























