Logo Bloomberg Technoz

HULU MIGAS

Data Pembeli Gas Terbesar RI Saat Bahlil Suarakan Stop Ekspor

Sabrina Mulia Rhamadanty
24 October 2026 14:00

Unit penyimpanan dan regasifikasi gas alam cair (LNG) terapung Wartsila Oyj Nusantara Regas Satu di lepas pantai Laut Jawa./Bloomberg-Dimas Ardian
Unit penyimpanan dan regasifikasi gas alam cair (LNG) terapung Wartsila Oyj Nusantara Regas Satu di lepas pantai Laut Jawa./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara tegas mengatakan akan mengevaluasi hingga menghentikan ekspor gas bumi ke negara-negara mitra yang dinilai tidak kooperatif.

Namun, di tengah langkah tersebut, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Indonesia sejauh ini masih sangat bergantung pada pasar ekspor lima negara mitra utama—dengan Jepang dan China bertengger di posisi teratas sebagai pembeli gas nasional terbesar.

Berdasarkan laporan publikasi resmi BPS mengenai Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia, total nilai ekspor gas alam secara nasional untuk periode Januari—Agustus 2026 telah menembus US$4,28 miliar.


Keterikatan kontrak jangka panjang dengan negara-negara pembeli terbesar tersebut kini menjadi sorotan di tengah wacana peninjauan ulang kontrak ekspor yang dilontarkan pemerintah.

Langkah tegas penghentian pasokan gas akan disasar kepada negara mitra yang memandang sebelah mata kedaulatan serta tidak menghargai hubungan diplomasi dengan Indonesia.