Logo Bloomberg Technoz

DMO MIGAS

Gas Asia Tembus US$30, Kebijakan Diskon LNG Tekan Industri Hulu

Sabrina Mulia Rhamadanty
24 October 2026 18:00

Tanker gas alam cair./dok. Bloomberg
Tanker gas alam cair./dok. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Lonjakan harga gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) di pasar Asia hingga menembus di atas level US$30/MMBtu—tertinggi dalam empat tahun terakhir—menjadi dilema tersendiri bagi sektor hulu migas nasional.

Pada saat potensi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari ekspor sedang tinggi, pelaku usaha di dalam negeri justru dibayangi penekanan harga akibat kebijakan diskon pasokan domestic market obligation (DMO) dengan harga yang dipatok senilai US$13/MMBtu untuk sektor industri. 

Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) Moshe Rizal menilai kebijakan intervensi harga serta pembatasan ekspor LNG terlalu menekan ruang gerak industri hulu migas di Indonesia.


"Ya jelas. Itu tadi, mereka akan hitung-hitungan lagi kalau dipaksakan enggak boleh ekspor ya. Mereka di luar bisa dapat untung besar," ujar Moshe saat dihubungi Bloomberg Technoz, Sabtu (24/10/2026). 

Tangki penyimpanan gas alam cair (LNG) yang dioperasikan oleh Osaka Gas Co., Ltd. di Himeji, Jepang./Bloomberg-Buddhika Weerasinghe

Tekan Keekonomian