PROYEK HILIRISASI
RI Mau Kontrol Output Smelter Nikel, 75% Disebut Afiliasi China
Azura Yumna Ramadani Purnama
24 October 2026 17:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Organisasi penelitian Amerika Serikat (AS) Center for Advanced Defense Studies (C4ADS) mencatat sekitar 75% pabrik pengolahan dan pemurnian atau smelter nikel di Indonesia terafiliasi dengan China.
Dalam risetnya, C4ADS mencatat kapasitas smelter nikel per 2023 terdistribusi di 33 perusahaan, dengan kepemilikan saham oleh China mencapai 61% dari total kapasitas smelter.
Jika ditelusuri lebih lanjut, C4ADS mendapatkan China menjadi pemilik manfaat sekitar 75% dari seluruh kapasitas smelter nikel di Indonesia. Sementara itu, perusahaan atau pemegang saham asal Indonesia hanya mengendalikan sekitar 13% dari total kapasitas pemurnian.
Adapun, C4ADS mencatat pangsa Indonesia di pasar nikel olahan global tumbuh dari 23% pada 2020 menjadi 27% pada 2023. Bahkan, pada 2030 Indonesia diproyeksikan menyumbang sekitar 44% dari nikel olahan dunia.
“Perusahaan atau pemegang saham China pada akhirnya mengendalikan setidaknya 75% kapasitas pemurnian nikel Indonesia, tetapi hal ini disembunyikan di balik lapisan perusahaan cangkang yang menyamarkan kepemilikan asing,” tulis C4ADS dalam risetnya.






























