Smelter Pangkas Produksi, ESDM Waspadai Serapan Bijih Nikel Turun
Azura Yumna Ramadani Purnama
24 October 2026 12:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku mengantisipasi serapan bijih nikel pada akhir tahun ini turun jika rencana pemangkasan produksi 4 smelter asal China di Indonesia resmi dilakukan.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menegaskan ketika smelter menurunkan produksinya, maka secara langsung serapan bijih berpotensi turun.
“Logikanya kan begitu karena serapan dari pabrik berkurang maka produksi juga bisa jadi kita evaluasi,” kata Tri kepada awak media, di kawasan Jakarta Pusat,
Tri juga berharap harga logam nikel mengalami kenaikan dengan adanya pemangkasan produksi dari smelter di Indonesia, sehingga harga bijih turut terkerek dan setoran royalti tetap terjaga meskipun produksi turun.
“Mudah-mudahan [harga naik jadi setoran royalti tetap tinggi] Yang kayak batu bara itu juga, nikel kan juga kita turunkan. Dulu rata-rata 2025 itu rata-rata US$14,000-an lah sekarang kan di atas US$15.000-an semua jadi ya lumayan juga,” ungkap Tri.
























