Logo Bloomberg Technoz

KETAHANAN ENERGI

Krisis BBM Dunia Diproyeksi Lanjut 2027: Fase Kritikal bagi RI

Sabrina Mulia Rhamadanty
24 October 2026 16:00

Tanda 'Maaf Tidak Berfungsi' pada pompa bahan bakar minyak./Bloomberg-Daniel Acker
Tanda 'Maaf Tidak Berfungsi' pada pompa bahan bakar minyak./Bloomberg-Daniel Acker

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom Senior sekaligus Guru Besar Universitas Paramadina Wijayanto Samirin mengatakan tekanan terhadap pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional diperkirakan tidak akan bersifat sementara, melainkan berpotensi memuncak ke fase sangat kritikal hingga 2027.

Penilaian ini merespons serangkaian gangguan mendasar pada rantai pasok BBM domestik belakangan ini; mulai dari kelangkaan BBM yang memicu antrean panjang kendaraan di berbagai daerah seperti Bali, Kalimantan, hingga Sulawesi.

“Perkiraan saya, situasi ini akan berlanjut hingga 2027. Bahkan, 2027 adalah saat yang sangat kritikal bagi kita,” ungkap Wijayanto saat dihubungi Bloomberg Technoz, Sabtu (24/10/2026).


Wijayanto memaparkan kerentanan utama Indonesia saat ini terletak pada ketahanan stok nasional yang makin menipis.

Posisi cadangan BBM Indonesia per 20 Oktober 2026./dok. ESDM

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat cadangan operasional BBM jenis Pertalite (RON 90) kini merosot ke kisaran 16 hingga 18 hari, jauh di bawah posisi aman ideal yang berada di atas 20 hari.