Logo Bloomberg Technoz

LOGAM DASAR

Nikel Segera Uji Level US$16.350, Efek Rencana Tsingshan Cs di RI

Azura Yumna Ramadani Purnama
22 October 2026 13:50

Kepingan nikel dipamerkan selama acara hari investor di Bursa Efek New York (NYSE)./Bloomberg-Michael Nagle
Kepingan nikel dipamerkan selama acara hari investor di Bursa Efek New York (NYSE)./Bloomberg-Michael Nagle

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas meyakini harga logam nikel dunia bakal menguji harga US$16.350/metrik ton (mt) dalam jangka waktu 1—2 pekan, menyusul pemangkasan produksi yang direncanakan oleh empat perusahaan smelter China di Indonesia.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi meyakini rencana empat perusahaan smelter China tersebut memberikan sentimen positif bagi pasokan nikel global yang berlebihan stoknya, di tengah melandainya permintaan nikel untuk baterai mobil listrik atau electric vehicle (EV).

Untuk akhir tahun ini, Ibrahim bahkan memprediksi harga logam nikel dunia bakal berada di sekitar US$16.700/mt, khususnya jika rencana pemangkasan produksi tersebut benar-benar terjadi.


“Mungkin di US$16.350-an dalam minggu depan itu akan kena. Kalau memang benar-benar trennya itu masih menguat ya,” kata Ibrahim kepada Bloomberg Technoz, Kamis (22/10/2026).

Pertumbuhan produksi produk turunan nikel Indonesia./dok. BMI

Dihubungi secara terpisah, Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong memprediksi harga logam nikel dunia bakal bergerak ke arah US$16.500—US$17.000/mt dalam waktu dekat.