Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Stabil di Tengah Ketidakpastian Perang AS-Iran

News
21 October 2026 07:20

Kapal tanker minyak dan kapal kargo di lepas pantai Oman. (Fotografer: Elke Scholiers/Getty Images via Bloomberg)
Kapal tanker minyak dan kapal kargo di lepas pantai Oman. (Fotografer: Elke Scholiers/Getty Images via Bloomberg)

Kanoko Matsuyama - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak bergerak stabil setelah berfluktuasi pada perdagangan Selasa (20/10), ketika para pedagang mencermati pemberitaan yang saling bertentangan mengenai upaya mengakhiri perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$98 per barel, sementara minyak mentah Brent ditutup di bawah US$109 per barel pada Selasa setelah bergerak dalam rentang lebih dari US$6. Meski perundingan untuk mengakhiri konflik masih berlangsung, seorang diplomat yang terlibat dalam negosiasi mengatakan bahwa laporan mengenai kesepakatan yang hampir tercapai tidak akurat.


Laporan awal yang belum terkonfirmasi mengenai perundingan untuk mengakhiri perang Iran sebelumnya telah menekan harga minyak dari level tertinggi dalam lima bulan terakhir. Harga Brent sempat turun hingga 3,3% sebelum memangkas sebagian kerugiannya. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dirinya harus mengambil keputusan akhir mengenai langkah yang akan ditempuh untuk memenangkan konflik tersebut.

Harga Brent telah melonjak hampir 80% sepanjang tahun ini seiring meluasnya konflik di Timur Tengah serta perang antara Rusia dan Ukraina yang mengganggu pasokan energi. Harga produk olahan minyak bahkan naik lebih tajam. Serangan kembali terhadap kapal tanker dan infrastruktur energi membuat risiko geopolitik tetap tinggi, meskipun arus pengiriman melalui Teluk Persia telah pulih mendekati level sebelum perang.