Menekraf Dorong Jakarta Vision Jadi Agenda Global Ekonomi Kreatif
Dinda D
22 October 2026 13:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mendorong penguatan posisi ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan global melalui Jakarta Vision on Creative Economy. Dokumen tersebut menjadi salah satu keluaran utama Konferensi Dunia ke-5 tentang Ekonomi Kreatif atau World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Pemerintah berharap dokumen itu dapat dibawa ke Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Desember mendatang.
Teuku mengatakan, Jakarta Vision disusun melalui konsultasi publik dan pembahasan dengan berbagai pemangku kepentingan sejak tahun lalu. Dokumen tersebut diharapkan menjadi landasan bersama untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, termasuk dalam menghadapi perkembangan teknologi, memperluas akses pembiayaan, dan meningkatkan nilai ekonomi karya kreatif.
"Harapannya, pada 2026 ini, WCCE yang ke-5 juga ada sebuah dokumen yang disepakati untuk kita bawa ke UNGA di Desember tahun ini dengan tentu berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. Dokumen itu kita beri nama Jakarta Vision," kata Teuku di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (22/10).
Menurut dia, ekonomi kreatif tidak lagi menjadi sektor pelengkap, melainkan bagian penting dari masa depan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, baik nasional maupun global. Hal ini tercermin dari kontribusi sektor ekonomi kreatif yang mencapai 7,38% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Selain berkontribusi terhadap perekonomian, sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja. Sebanyak 63% di antaranya berasal dari kelompok Gen Z dan milenial, sementara 58% merupakan perempuan. Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi kreatif dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif.
































