Logo Bloomberg Technoz

ANGGARAN ENERGI

Rerata ICP Tembus US$92, Bahlil Timbang Peluang Subsidi Ditambah

Azura Yumna Ramadani Purnama
22 October 2026 08:50

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai serah terima jabatan di Kementerian ESDM, Senin (19/8/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai serah terima jabatan di Kementerian ESDM, Senin (19/8/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku sedang mengkaji dampak kenaikan rata-rata Indonesia Crude Price (ICP) yang telah menembus US$92/barel pada Januari—Oktober 2026 terhadap subsidi energi.

Bahlil menyatakan asumsi ICP dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dipatok senilai US$70/barel, sehingga realisasi ICP tersebut sudah US$22 di atas asumsi APBN.

Bahlil memproyeksi rerata realisasi ICP sepanjang tahun ini bakal tetap di bawah US$100/barel, jika kondisi pasar migas tetap stagnan atau tak terdapat perkembangan yang signifikan.


“Sekarang rata-rata ICP di angka US$92/barel, padahal di dalam APBN itu sekitar US$70/barel. Ya kita targetkan kalau begini terus mungkin di bawah US$100/barel, jadi relatif oke,” kata Bahlil kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (21/10/2026), malam.

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Tambahan Subsidi