ANGGARAN ENERGI
Rerata ICP Tembus US$92, Bahlil Timbang Peluang Subsidi Ditambah
Azura Yumna Ramadani Purnama
22 October 2026 08:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku sedang mengkaji dampak kenaikan rata-rata Indonesia Crude Price (ICP) yang telah menembus US$92/barel pada Januari—Oktober 2026 terhadap subsidi energi.
Bahlil menyatakan asumsi ICP dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dipatok senilai US$70/barel, sehingga realisasi ICP tersebut sudah US$22 di atas asumsi APBN.
Bahlil memproyeksi rerata realisasi ICP sepanjang tahun ini bakal tetap di bawah US$100/barel, jika kondisi pasar migas tetap stagnan atau tak terdapat perkembangan yang signifikan.
“Sekarang rata-rata ICP di angka US$92/barel, padahal di dalam APBN itu sekitar US$70/barel. Ya kita targetkan kalau begini terus mungkin di bawah US$100/barel, jadi relatif oke,” kata Bahlil kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (21/10/2026), malam.
Tambahan Subsidi



























