Logo Bloomberg Technoz

HILIRISASI MINERAL

Bedah Penyebab Smelter Nikel RI Didominasi Produk Setengah Jadi

Sabrina Mulia Rhamadanty
22 October 2026 13:00

Tungku peleburan logam./Bloomberg-Julia Kochetova
Tungku peleburan logam./Bloomberg-Julia Kochetova

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar ekonomi energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti menilai mayoritas smelter nikel di Indonesia masih memproduksi produk antara atau intermediate, salah satunya dipengaruhi oleh struktur pembeli atau offtaker yang didominasi oleh industri di China.

Yayan mencatat mayoritas produk nikel antara yang diproduksi Indonesia diekspor ke China, khususnya untuk memenuhi kebutuhan industri baja nirkarat atau stainless steel di Negeri Panda.

Yayan mengungkapkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 93% nilai ekspor produk antara nikel Indonesia pada 2025 menuju China.


Dia menyebut ekspor besi kasar nikel atau nickel pig iron (NPI) dan feronikel ke China pada periode tersebut 95% menuju China. Sementara itu, endapan hidroksida campuran atau mixed hydroxide precipitate (MHP) juga hampir seluruhnya dikirim ke China.

“Faktor paling kuat adalah struktur pembeli. Produk antara dibeli oleh pabrik baja nirkarat milik grup induk di China. Bagi grup itu, mengolah sampai tahap akhir di Indonesia tidak menambah untung. Insentif kita juga lebih menghargai volume daripada kedalaman olahan,” kata Yayan kepada Bloomberg Technoz, Kamis (22/10/2026).

Karung-karung berisi endapan hidroksida campuran (MHP) dimuat ke kapal kargo di pelabuhan Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara./Bloomberg