Logo Bloomberg Technoz

Perkembangan di Timur Tengah lagi-lagi jadi sentimen negatif buat harga emas. Konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran belum reda, bahkan ada indikasi peningkatan tensi.

Mengutip Bloomberg News, Iran menegaskan “ tidak punya pilihan” selain memegang kendali atas Selat Hormuz. Ini menyebabkan harga minyak jenis brent bertahan tinggi di level US$ 109/barel.

Lonjakan harga minyak menebar ancaman inflasi. Jika inflasi tak terkendali, maka bank sentral di berbagai negara (termasuk Federal Reserve dari Amerika Serikat/AS) tidak punya pilihan selain menaikkan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.

(aji)

No more pages