Logo Bloomberg Technoz

Inflasi Global Diperkirakan Naik Jadi 4,4% Tahun Ini

Redaksi
20 October 2026 09:28

Inflasi global meninggi, efek perang AS-Iran (Diolah)
Inflasi global meninggi, efek perang AS-Iran (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Inflasi global diperkirakan kembali naik di tengah ketidakpastian geopolitik dan membuat bank sentral negara-negara di dunia menghadapi dilema. 

Perang Amerika Serikat (AS) dengan Iran jadi salah satu risiko utama. Perang ini berpotensi memperpanjang kenaikan harga energi, sementara meningkatnya biaya input produksi, termasuk cip komputer, turut menambah tekanan pada harga barang dan jasa di berbagai negara.  

Dalam skenario dasar jika konflik Iran berlanjut dengan intensitas rendah Bloomberg Economics memperkirakan harga minyak bertahan di sekitar US$100/barel, maka inflasi bisa naik jadi 4,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal IV-2026, sebelum melandai lagi menjadi 3% pada kuartal IV-2027.


Penurunan inflasi di tahun depan itu, sebenarnya lebih mencerminkan efek basis karena kenaikan di tahun ini yang melejit. Ekonom Bloomberg Economics Scott Johnson menyebut lonjakan harga minyak di tahun ini secara bertahap tidak lagi masuk dalam perbandingan tahunan, sehingga laju inflasi berpotensi menurun meski harga energi tidak langsung kembali ke tingkat sebelum konflik. 

Namun, ia menambahkan prospek itu sangat bergantung pada perkembangan konflik di Timur Tengah.