Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Rebound, Menguat Terbatas ke Rp18.013/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
20 October 2026 09:16

Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah hari ini (20/10/2026) dibuka menguat terbatas 0,04% ke Rp18.035/US$. Di tengah tekanan eksternal yang persisten serta adanya kekhawatiran terhadap inflasi global yang meninggi, rupiah rebound secara tekninal menyusul adanya pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti yang akan mengupayakan menjaga stabilitas rupiah kemarin. 

Menurut Destry, BI sudah melakukan penjagaan rupiah lainnya  dalam bentuk insentif biaya hedging yang juga sudah diberikan sejak akhir bulan Juni yang lalu untuk diteruskan.

Rupiah melanjutkan penguatan 0,13% ke Rp18.013/US$ pada 09.15 WIB. Namun, rupiah masih dibayangi oleh sejumlah sentimen eksternal, salah satunya inflasi yang diperkirakan semakin membandel. 


Bloomberg Economics memperkirakan inflasi global mencapai puncaknya sebesar 4,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal IV-2026, kemudian diproyeksi turun menjadi 3% di kuartal IV-2027. 

Proyeksi inflasi global. (Bloomberg Economics)

Penyebabnya, konflik Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang belum juga mencapai titik temu membuat harga minyak bertahan tinggi yang kemudian bertransmisi ke harga konsumen.