Logo Bloomberg Technoz

IHSG 'Membara' Tinggalkan Zona 5.000

Andrean Kristianto
19 October 2026 13:27

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) BBCA di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) BBCA di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) BBCA di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam hingga jeda perdagangan siang hari ini pada Sesi I. Bahkan pelemahan IHSG yang signifikan ini menjadi yang paling ambles di Bursa Asia.

Pada Senin (19/10/2026), IHSG ditutup pada Sesi 1 di posisi 4.923. Turun 5,05% dan 261,84 poin dibandingkan hari sebelumnya. Sedangkan indeks LQ45 juga jatuh 5,54% ke level

Posisi terendah IHSG hari ini ada di 4.907 sedang tertinggi sempat tersentuh di 4.974. Volume perdagangan melibatkan 16,89 miliar saham. Dengan nilai perdagangan Rp10,03 triliun. Frekuensi yang terjadi mencapai 872 ribu kali transaksi jual–beli.

Sebanyak 744 saham mengalami penurunan, dan hanya ada 42 saham menguat. Sementara 13 saham tidak bergerak.

Mencermati regional, Bursa Saham Asia lainnya masih ada yang menguat. KOSPI (Korea Selatan), KOSDAQ (Korea Selatan), PSEI (Filipina), SETI (Thailand), Ho Chi Minh Stock Exchange (Vietnam), dan Straits Time (Singapura), yang berhasil menguat masing-masing 0,65%, 0,61%, 0,41%, 0,21%, 0,12%, dan 0,11%.

Di sisi berseberangan, tertekan bersama IHSG, NIKKEI 225 (Jepang), KLCI (Malaysia), Weighted Index (Taiwan), Shenzhen Comp. (China), SENSEX (India), CSI 300 (China), TOPIX (Jepang), dan Shanghai Composite (China), yang terpeleset masing-masing mencapai 0,87%, 0,81%, 0,75%, 0,61%, 0,42%, 0,15%, 0,09%, dan 0,04%.

Jadi, IHSG adalah indeks dengan pelemahan paling ambles hingga menjadi yang paling jatuh di Bursa Asia.

Pelemahan terjadi seiring dengan broad sell off satu market akibat kekhawatiran MSCI Indonesia yang berpotensi di downgrade Standalone Market sehingga terjadi outflow signifikan. Pasar juga masih menanti bukti konkrit reformasi pasar modal. Biarpun fundamental domestik relatif terjaga, pemulihan kepercayaan investor tetap bergantung pada perbaikan transparansi dan tata Kelola.

(dre/wep)