Logo Bloomberg Technoz

INVESTASI PUSAT DATA

Kebutuhan Listrik AI Tembus 20 GW, Batam-Bintan Didorong Jadi Hub

Sabrina Mulia Rhamadanty
20 October 2026 09:30

Ilustrasi keamanan data pada industri pusat data. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi keamanan data pada industri pusat data. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pemerintah mendorong kawasan Batam, Karimun, dan Bintan yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau menjadi hub pusat data (data center) nasional untuk menampung lonjakan kebutuhan listrik berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang diperkirakan mencapai 20 gigawatt (GW).

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan lonjakan kebutuhan daya hingga 20 GW tersebut setara dengan 20% dari total kapasitas terpasang listrik Indonesia saat ini.

"Tadi saya baru berbincang dengan Dirut PLN, kita membutuhkan penambahan 20 GW atau 20.000 megawatt [MW]. Ini setara 20% dari total listrik existing sekarang," kata Bahlil dalam Bali Tech Week 2026 di Denpasar melalui keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).

Kabel serat optik dan kabel jaringan di dalam pusat data RJ3 milik Equinix Inc. di Rio de Janeiro, Brasil./Bloomberg-Dado Galdieri

Bahlil menjelaskan pergeseran dari komputasi awan ke AI memicu lonjakan konsumsi listrik secara drastis.

Jika pusat data konvensional hanya memerlukan daya 10—30 MW, fasilitas berbasis AI dapat mengonsumsi 100 MW hingga 1 GW per lokasi.