Ekonom: BI Perlu Kerek Suku Bunga Acuan Demi Jaga Rupiah
Pramesti Regita Cindy
20 October 2026 09:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom menilai Bank Indonesia (BI) masih perlu menaikkan level suku bunga acuan atau BI Rate untuk menjaga daya tarik aset rupiah di tengah pelemahan nilai tukarnya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini.
Hal itu menyusul terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah yang bahkan melewati level psikologis Rp18.000/US$.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Ekonom PT Bank Central Asia (BCA) David Sumual memproyeksi bank sentral akan menaikkan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung 20-21 Oktober 2026 ini.
"Proyeksinya [BI] akan menaikkan suku bunga. Paling tidak untuk memberikan jaminan pada pelaku pasar dan menjaga spread imbal hasil aset rupiah dibanding negara-negara emerging market (pasar berkembang) lain," kata David kepada Bloomberg Technoz, Senin (19/10/2026).
Di sisi lain, menurutnya, ekspektasi kenaikan suku bunga di AS pada akhir tahun juga akan turut menjadi pertimbangan BI dalam menentukan arah kebijakan moneternya.































