Logo Bloomberg Technoz

Konglomerat India: Regulasi AI Wajib Ada Sebelum Terlambat

News
14 October 2026 15:15

Ilustrasi booming kecerdasan buatan atau AI. dok: Bloomberg
Ilustrasi booming kecerdasan buatan atau AI. dok: Bloomberg

Bloomberg, Konglomerat India Sunil Bharti Mittal menyerukan adanya dibutuhkan kerangka regulasi untuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Mittal memperingatkan bahwa pemerintah India tidak boleh menunggu hingga terjadi insiden serius yang melibatkan agen nakal sebelum bertindak.

Chairman dari Bharti Enterprises Ltd. tersebut juga menyatakan bahwa regulasi tidak boleh menghambat pertumbuhan, meskipun ia menekankan urgensi regulasi tersebut. 

Sunil Bharti Mittal. (Prakash Singh/Bloomberg)

Mittal mencontohkan bahwa sektor penerbangan sebagai model regulasi yang terkoordinasi secara global, mencakup alokasi slot, operasi penerbangan, dan kode etik universalm yang mengikat semua maskapai.


“Akan sangat tak masuk akal jika ada yang berpikir bahwa kita bisa membiarkannya berkembang hingga tingkat tertentu, dan baru memikirkannya jika terjadi kecelakaan,” katanya dalam acara Bloomberg New Economy Forum di New Delhi, Rabu.

Miliarder tersebut juga mengemukakan kekhawatirannya bahwa pemerintah-pemerintah tidak berkoordinasi dalam perlombaan untuk membangun sistem AI baru.