Cloud dan AI Mengancam Eksistensi Konsol Game, Kok Bisa?
News
14 October 2026 13:55

Bloomberg, Game yang disiarkan melalui internet akan tumbuh menjadi pasar bernilai US$38 miliar (setara Rp680,16 triliun) di tahun 2035 dan pada akhirnya mungkin akan menggantikan konsol game berbasis video, khusus sebagai produk pasar massal, menurut penelitian dari Bloomberg Intelligence.
Perkembangan pesat kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan pusat data untuk komputasi awan akan mempercepat jangkauan global layanan streaming game serta meningkatkan efisiensi biaya per unit, disebutkan dalam laporan yang dipimpin oleh analis Bloomberg Intelligence, Nathan Naidu.
Teknologi AI memainkan peran ganda, sebab dianggap berkontribusi pada pengurangan biaya serta membantu menyediakan infrastruktur untuk layanan streaming. Pada awal dekade berikutnya, iklan juga dipandang sebagai pendorong pertumbuhan utama yang akan membuka akses ke pengguna di pasar negara berkembang.
Pergeseran tersebut akan semakin menggeser konsol tradisional rumahan, yang sudah dikenal ke segmen niche, menurut penelitian tersebut. Seiring AI meningkatkan kompleksitas game, kebutuhan akan perangkat keras yang semakin kuat akan lebih efektif dipenuhi melalui streaming konten dari pusat data daripada merancang dan merilis konsol game baru sepenuhnya setiap beberapa tahun.
Nintendo Co. dari Jepang, yang selama ini hanya memperlakukan streaming game sebagai bagian sampingan dari strateginya, tampaknya kurang siap menghadapi perubahan ini, sementara pesaingnya, Sony Group Corp., diprediksi punya kesiapan ebih baik berkat ekosistem PlayStation Plus yang sudah mapan serta PlayStation Portal untuk akses game jarak jauh.































