Logo Bloomberg Technoz

Hashim Kritik Penerimaan Negara Rendah: Tak Ada Political Will

Pramesti Regita Cindy
14 October 2026 13:20

Hashim Djojohadikusumo. (Simon Dawson/Bloomberg)
Hashim Djojohadikusumo. (Simon Dawson/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengkritik rendahnya rasio penerimaan negara Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) yang stagnan di level 12% sampai 2025. 

"Jika Anda melihat statistiknya, rasio penerimaan negara kita terhadap PDB sangatlah rendah. 13 tahun lalu, angkanya adalah 12% dari PDB, dan hari ini pun masih 12% dari PDB," ujar Hashim dalam agenda Prasasti Indonesia Policy Forum 2026, dikutip Rabu (14/10/2026).

Adik Presiden Prabowo Subianto itu bahkan membandingkan rasio penerimaan negara Indonesia yang masih tertinggal dibandingkan Kamboja dan Vietnam yang masing-masing telah mencapai 18% dan 23% terhadap PDB.


Hashim menyontohkan Kamboja yang mampu meningkatkan rasio penerimaan negaranya dari 9% menjadi 18% dalam kurun waktu sekitar satu dekade. 

Bahkan ia memperkirakan, selisih rasio penerimaan negara Indonesia dan Kamboja sebesar 6 poin persentase setara dengan US$90 miliar per tahun.