Logo Bloomberg Technoz

Alasan Investor Asing Lanjut Lego Saham Indonesia

Nyoman Ary Wahyudi
14 October 2026 11:10

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Investor asing lanjut mengurangi posisinya untuk saham Indonesia sampai pertengahan Oktober 2026.

Mengutip data perdagangan Selasa (13/10/2026), posisi jual investor asing telah mencapai Rp111,18 triliun year-to-date di pasar reguler. Adapun, posisi jual itu mencapai Rp12,76 triliun selama satu bulan terakhir.

Kepala Riset Macquarie Capital Indonesia Ari Jahja menilai investor asing cenderung berhati-hati untuk menilai bursa saham Indonesia.


Peluang revaluasi indeks komposit saat ini tertahan oleh arah kebijakan domestik serta kredibilitas pengelolaan fiskal di tengah penguatan harga minyak mentah dunia belakangan.

“Investor asing menginginkan stabilitas kebijakan yang lebih baik, pelaksanaan kebijakan yang lebih kuat, serta kredibilitas fiskal sebelum revaluasi pasar yang berkelanjutan dapat terjadi,” kata Ari saat dihubungi, Selasa (13/10/2026).