Penurunan yield di pasar obligasi AS diikuti sebagian negara lainnya. Yield di pasar obligasi Jepang 5,1 bps jadi 3,02%, Australia turun 6,3 bps jadi 5,32%, Selandia baru turun 6 bps jadi 5,03%. Sementara, di China dan Korea Selatan relatif stabil di 1,67% dan 4,39% untuk tenor 10 tahun.
Di pasar domestik, yield obligasi pemerintah Indonesia berdenominasi dolar AS juga turun 3,6 bps jadi 6,24%. Walaupun, untuk obligasi rupiah masih tertekan dengan kenaikan yield 2,5 bps jadi 7,2% di tenor 10 tahun. Akan tetapi, pada tenor pendek aksi beli terindikasi dengan adanya penurunan yield terutama pada tenor 1-6 tahun.
Namun, pergerakan yield global yang belum diikuti SUN menggambarkan adanya perbedaan persepsi investor soal risiko utang luar negeri dan tekanan yang masih membayangi pasar obligasi domestik. Agaknya investor masih meminta imbal hasil lebih tinggi untuk memegang aset berdenominasi rupiah.
Dari dalam negeri, penguatan rupiah masih akan menghadapi tantangan dari pasar obligasi dan melemahnya keyakinan konsumen.
Kemarin, Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September sebesar 118,1, turun dari 118,5 pada Agustus. Penurunan IKK ini didorong oleh pelemahan persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ketersediaan lapangan kerja yang berpotensi menahan konsumsi rumah tangga.
Persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja merosot 3 poin menjadi 101,1 hanya sedikit di atas ambang netral optimis.
Meski secara agregat masih berada di zona optimistis, ada jurang persepsi yang kian lebar antara konsumen berpengeluaran rendah dan kelompok berpengeluaran tinggi. Bahkan penurunan IKK ini menjadi yang terendah dalam 12 bulan terakhir.
Kelompok berpengeluaran rendah Rp1-2 juta menghadapi rendahnya IKK, dan pada indikator lain yakni Indeks Keyakinan Ekonomi Saat Ini (IKE) malah berada di zona pesimis, sebesar 93,2, turun 1,8 poin.
Pelaku pasar akan mencermati prospek konsumsi rumah tangga hingga akhir 2026. Terlebih, inflasi yang meninggi bisa menggerus daya beli dan membatasi pertumbuhan belanja masyarakat.
(dsp/aji)




























