Logo Bloomberg Technoz

APBN Defisit 1,2% September, Suahasil Pastikan 2026 Sentuh 2,8%

Pramesti Regita Cindy
09 October 2026 10:45

Ilustrasi APBN Defisit (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Ilustrasi APBN Defisit (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan melaporkan realisasi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai September 2026 mengalami defisit sebesar Rp319 triliun atau 1,24% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Porsi defisit melonjak dibanding bulan sebelumnya yang hanya tercatat 0,9% terhadap PDB. Kendati demikian, angka ini lebih rendah dibanding posisi pada periode yang sama tahun lalu, yakni Rp371,5  triliun atau 1,56% terhadap PDB. 

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengklaim kondisi defisit APBN ini sudah sesuai jalurnya. Dia bahkan memastikan bahwa kondisi defisit anggaran sampai akhir tahun akan menyentuh level 2,8% seperti target yang telah ditetapkan dalam UU APBN 2026.


“Saat ini defisit 1,24%, kemudian nanti 2,68%, dan sampai akhir tahun akan mencapai 2,85%. Begitulah perjalanan defisit APBN seperti yang sudah kita laporkan dalam laporan semester ke Badan Anggaran DPR RI,” kata Suahasil.

Defisit terjadi akibat realisasi belanja negara lebih tinggi dibanding realisasi pendapatan negara. Dalam hal ini, realisasi belanja negara sampai September 2026 tercatat Rp2.660,5 triliun atau 69,2% dari target sepanjang tahun ini. Nominal ini melonjak 19% dibanding belanja negara pada periode yang sama tahun lalu.