Logo Bloomberg Technoz

AS Tangguhkan Microsoft & Raksasa TI dari Program Visa Pekerja

News
09 October 2026 09:50

Presiden Donald Trump. (Bloomberg)
Presiden Donald Trump. (Bloomberg)

Jennifer A. Dlouhy, Matt Day dan Alicia A. Caldwell - Bloomberg News

Bloomberg, Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh Microsoft Corp, Adobe Inc, dan sekitar enam perusahaan lainnya menyalahgunakan program visa tenaga kerja Amerika Serikat (AS). Pemerintah pun menangguhkan mereka tanpa batas waktu dari program imigrasi yang telah lama berjalan dan menjadi jalur penting bagi Silicon Valley serta Wall Street untuk mendapatkan tenaga kerja berbakat.

Penangguhan yang diumumkan Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Tenaga Kerja Keith Sonderling pada Kamis (8/10) itu juga menyasar sejumlah raksasa layanan teknologi informasi, yakni Cognizant Technology Solutions Corp, Infosys Ltd, Tata, Wipro Ltd, HCL Technologies Ltd, dan Capgemini SE. Perusahaan-perusahaan tersebut, yang berbasis di India atau memiliki operasi besar di negara itu, kerap disebut sebagai perusahaan alih daya karena menyediakan layanan teknologi informasi (TI) berbasis kontrak bagi perusahaan lain.


Dalam pengarahan di Washington, Sonderling mengatakan sejumlah penyelidikan federal tengah berlangsung terkait penggunaan sistem yang memungkinkan perusahaan AS mengajukan sponsor bagi pekerja asing untuk memperoleh izin tinggal permanen. Vance secara khusus menyoroti Microsoft, perusahaan dengan nilai pasar terbesar ketiga di dunia, yang menurutnya telah mengeksploitasi program tersebut.

“Sayangnya, tidak ada perusahaan di Amerika Serikat yang lebih banyak menyalahgunakan sistem ini daripada Microsoft,” kata Vance.