“Kami memandang reset valuasi yang terjadi sebagai peluang masuk setelah hasil kinerja kuartal II-2026 GOTO,” sebut Karen Chow dan Niko Pandowo, Analis Sucor Sekuritas, dalam riset terbarunya.
Profit After Tax and Minority Interest (PATMI) per semester I–2026 mencapai Rp607 miliar. Sementara EBITDA yang disesuaikan lebih dari dua kali lipat secara tahunan menyentuh Rp1,92 triliun.
“Ketidaksesuaian antara harga saham yang melemah dan profitabilitas yang terus membaik menjadi dasar bagi kami untuk mempertahankan rekomendasi buy (beli) saham GOTO,” tegas Karen dan Niko.
Valuasi sebesar Rp8,7 triliun untuk on-demand services (ODS), Rp6 triliun untuk Fintech, Rp6,3 triliun untuk pendapatan service fee e-commerce, serta Rp2,2 triliun untuk kepemilikan GOTO di Bank Jago pun disematkan.
“Dengan menambahkan kas 2026 yang diperkirakan Rp2,25 triliun dan mengurangi utang sebesar Rp9,1 triliun, kami memperoleh nilai ekuitas sebesar Rp36 triliun,” lanjut riset tersebut.'
Sucor Sekuritas memasang target harga saham GOTO di Rp32. Di harga saham saat ini, pasar secara implisit menilai aset operasional dan investasi GOTO terhitung 15% lebih rendah dari nilai bisnis berdasarkan valuasi sum-of-the-parts (SOTP) yang dihitung tim Sucor Sekuritas..
(fad/aji)




























