Logo Bloomberg Technoz

KRISIS BBM

ESDM Soal Antrean BBM: Stok Aman, Distribusi Panjang Efek El Ninõ

Azura Yumna Ramadani Purnama
05 October 2026 16:40

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah daerah bukan diakibatkan kekurangan stok BBM, melainkan proses distribusi yang lebih panjang.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan lebih panjangnya proses distribusi dipengaruhi fenomena El Ninõ, sebab pengiriman yang dilakukan melalui jalur sungai harus dilakukan melalui jalur darat.

Dia menyatakan stok BBM bersubsidi terus dijaga oleh pemerintah dan saat ini berada di sekitar 18 hingga 20 hari.


"Jadi, kalaupun kemudian terjadi antrean, antrean lebih disebabkan bukan karena ketahanan stok, tapi karena salah satunya, misalnya adalah kondisi El Ninõ," katanya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (5/10/2026).

"Kondisi El Ninõ ini menyebabkan proses pengiriman dan distribusi yang contohnya misalnya lewat sungai, sungainya kering, lalu dikirim pakai truk, dan truknya ini kapasitasnya tidak sebesar kalau kita mengirimkan dengan menggunakan kapal-kapal di sungai," tegas Laode.