Logo Bloomberg Technoz

IPO Baru Terkumpul Rp2 T, Net Sell Sudah Tembus Rp82 T Lebih

Redaksi
04 October 2026 19:00

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Minat perusahaan untuk menghelat initial public offering (IPO) masih rendah. Investor asing juga masih cenderung memilih untuk keluar dari bursa saham RI.

Kedua kondisi tersebut tercermin dari masih rendahnya aksi pencatatan saham dan tingginya aksi jual bersih investor asing (net sell).

Sejak awal tahun hingga 2 Oktober 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) baru mencatat sebanyak tujuh perhelatan IPO. Nilai emisi yang terkumpul dari aksi ini baru sekitar Rp2,16 triliun.


Dalam pipeline IPO, masih ada tujuh perusahaan lagi yang berencana menggelar IPO. Namun, ketujuh pipeline ini sebagian masih berasal dari perusahaan menengah.

Rinciannya adalah, dua calon emiten dengan aset skala besar (di atas Rp250 miliar), tiga calon emiten skala menengah (aset antara Rp50-250 miliar), dan dua perusahaan dengan aset skala kecil (di bawah Rp50 miliar).