Kalender Ekonomi: Risalah The Fed, Cadangan Devisa & Ujian Rupiah
Redaksi
05 October 2026 06:46

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kalender ekonomi pekan ini berisi agenda penting yang akan kembali menentukan arah pasar. Setelah pasar global dibayangi oleh lonjakan harga minyak, pelemahan obligasi, dan volatilitas mata uang, kini perhatian investor kini akan beralih pada sejumlah data ekonomi dan keputusan bank sentral yang berpotensi mengubah kembali ekspektasi terhadap arah suku bunga.
Di Amerika Serikat (AS), risalah rapat Federal Reserve (The Fed) pada September menjadi salah satu agenda yang paling ditunggu. Risalah itu akan memberi gambaran tentang perdebatan di internal The Fed sebelum memutuskan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan September.
Pasar juga akan mencermati serangkaian komentar pejabat The Fed serta data sektor jasa, klaim pengangguran dan sentimen konsumen. Jika data kembali menujukkan ketahanan ekonomi AS, ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan ketat akan semakin terbuka. Sebaliknya, tanda-tanda pelemahan ekonomi dapat menghidupkan kembali ekspektasi pelonggaran dan memberi sedikit ruang bagi pasar negara berkembang.
Sementara kalender ekonomi dari Asia, keputusan Reserve Bank of India (RBI) pada 7 Oktober akan menjadi perhatian pelaku pasar. Konsensus masih mengarah pada kenaikan repo rate menjadi 5,5%, tetapi Bloomberg Economics memperkirakan RBI masih akan memilih menahan suku bunga di 5,25%.
Pilihan hawkish hold ini mencerminkan adanya dilema yang juga dihadapi banyak bank sentral, bahwa inflasi meningkat akibat kenaikan harga minyak dan pangan, tetapi di saat yang sama pengetatan moneter berisiko semakin menekan pertumbuhan. RBI diperkirakan baru mulai menaikkan suku bunga pada Desember, dengan total siklus bunga pada Desember, dengan total siklus pengetatan sekitar 50 bps.




























