Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Hari Ini Belum Aman, Tertekan Harga Minyak & Yield AS

Tim Riset Bloomberg Technoz
05 October 2026 09:37

Nasabah menukarkan uang rupiah ke dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Nasabah menukarkan uang rupiah ke dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah melemah pada perdagangan Senin (5/10/2026), membuka pasar spot terpangkas 0,16% di Rp17.903/US$. Rupiah kemudian bergerak di kisaran Rp17.890-17.899/US$ pada 09:24 WIB.

Tekanan eksternal masih menjadi salah satu penyebab tekanan terhadap rupiah hari ini. Harga minyak mentah bertahan di atas level US$100/barel, bersamaan dengan yield US Treasury yang melaju di kisaran 5,24%, masih menempati posisi tertingginya sejak 2002. 

Di sisi lain, kinerja perdagangan luar negeri Indonesia belum sepenuhnya menggembirakan, meski mencatatkan surplus. Sebab, surplus itu terbentuk dari rendahnya capaian impor di bawah angka konsensus. 


Surplus sebesar US$3,55 miliar, jauh di atas proyeksi konsensus dan analis yang dihimpun Bloomberg sebesar US$700 juta, disebabkan oleh angka impor secara bulanan terkontraksi 11,63%. Secara tahunan, impor melesat 19,09%.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat secara kumulatif nilai perdagangan sepanjang Januari-Agustus surplus US$7,25 miliar. Menyusut tajam daripada periode sama tahun lalu sebesar US$29,35 miliar.