Logo Bloomberg Technoz

Transaksi Tipis, IHSG Nyaris Stagnan

Muhammad Julian Fadli
05 October 2026 14:15

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Sesi I hari ini, Senin (5/10/2026) di zona hijau dengan penguatan tipis hampir flat 0,03% di level 6.038.

Total transaksi sepanjang perdagangan pagi–siang hari ini terbilang 'hanya’ Rp5,08 triliun, dari 21,08 miliar saham yang diperjualbelikan. Saham properti, konsumen non-primer, dan saham transportasi menjadi penopang penguatan IHSG dengan keberhasilan menguat 0,99%, 0,86% dan 0,78%.

IHSG Penutupan Sesi I pada Senin 5 Oktober 2026 (Bloomberg)

Saham–saham LQ45 yang menjadi penopang Indeks Komposit sepanjang perdagangan hari ini adalah PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) menguat 3,49%, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melesat 2,41%, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) berhasil mencatat kenaikan 2,16%.


Kenaikan yield UST 10Y menanjak level atas 5,25% serta meningkatnya ketidakpastian politik dan fiskal di negara-negara maju mendorong permintaan terhadap aset berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) masih terus menghantui pasar saham Indonesia.

Terlebih sejumlah data ekonomi Indonesia terbaru belum sepenuhnya mampu mendorong penguatan pasar keuangan lebih lanjut. Terlebih, beberapa indikator memperlihatkan gambaran prospek pertumbuhan mulai kehilangan momentum akibat dampak negatif konflik di Timur Tengah.