Logo Bloomberg Technoz

Investor Tunggu Sinyal The Fed, Begini Update di Pasar SUN

Tim Riset Bloomberg Technoz
05 October 2026 10:29

Ilustrasi Surat Utang (Diolah)
Ilustrasi Surat Utang (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar surat utang negara (SUN) mengawali perdagangan pekan ini dengan pergerakan yield yang beragam. Tidak semua tenor mengalami tekanan jual, tetapi juga kenaikan yield di beberapa tenor penting masih mengindikasikan bahwa investor berhati-hati di tengah ketidakpastian global. 

Melansir data Bloomberg, tenor pendek seperti 1 tahun mengalami penurunan yield 1 basis poin (bps) menjadi 6,71%, sedangkan tenor 2 tahun justru naik 3,1 bps jadi 6,82%. Sedangkan yield tenor 3 tahun turun tipis 0,2 bps menjadi 6,92%, sementara tenor 4 tahun turun 0,2 bps menjadi 7,02%. 

Di sisi lain, tekanan kembali terlihat di tenor menengah, terutama mendekati tenor acuan. Yield 5 tahun naik 2,1 bps jadi 7,07%, tenor 9 dan 8 tahun naik masing-masing 1,2 bps dan 0,6 bps jadi 7,17% dan 7,18%.


Begitu juga dengan tenor acuan 10 tahun, mengalami kenaikan yield sebesar 1,6 bps jadi 7,18%. Bahkan, tenor 11 tahun mengalami kenaikan yield paling tajam yakni 8,9 bps jadi 7,17%. 

Namun, tekanan belum terlihat pada seluruh tenor panjang yang masih mencatat penurunan yield seperti di tenor 13 tahun turun 3,1 bps jadi 7,21%, lalu tenor 20 tahun turun 2,8 bps jadi 7,17% dan tenor 30 tahun turun 0,7 bps jadi 7,27%. 

Pergerakan yield di pasar surat utang negara (SUN) pada Senin (5/10/2026). (Bloomberg)