Logo Bloomberg Technoz

IHSG Selalu Hijau Setiap Oktober, Tapi Khusus Tahun Ini Berat

Muhammad Julian Fadli
05 October 2026 13:40

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Oktober ini dengan penuh tekanan di zona merah. Pelemahan IHSG tersebut tidak searah dengan data historis dalam 10 tahun.

Jika dirata–ratakan, berdasarkan data Bloomberg secara seasonality, IHSG berhasil menguat 1,15% selama perdagangan saham pada bulan Oktober.

IHSG pada tiga perdagangan hingga siang hari ini masih terseok–seok di area pelemahan dengan melemah 0,43% di posisi 6.038 pada Senin (5/10/2026), tersengat sentimen investor asing yang gencar melangsungkan jual bersih (net sell) mencapai Rp1,5 triliun.

Data Historis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Oktober dalam 10 Tahun (Bloomberg Seasonality)

Berdasarkan data Bloomberg secara seasonality, pada Oktober 2025 kemarin IHSG menguat 1,28% point–to–point/ptp.

Adapun kenaikan tertinggi terjadi pada Oktober 2020 silam mencapai 5,3%, juga pada Oktober 2021 lalu sebesar 4,84% yang bersamaan pasca recovery pandemi Covid-19. Selanjutnya kenaikan paling tinggi ketiga terjadi pada Oktober 2017 yang menguat mencapai 1,78%. Disusul pada Oktober 2025 IHSG terapresiasi 1,28%.