Logo Bloomberg Technoz

Pergerakan yield di pasar surat utang domestik dipicu oleh kondisi pasar obligasi global, khususnya kenaikan yield US Treasury. Mengacu pada data Bloomberg, US Treasury tenor 10 tahun kembali naik 0,9 bps ke 5,25%. 

Akan tetapi, kenaikan yield US Treasury perlu dibaca sebagai sumber tekanan eksternal, dan bukan jadi satu-satunya penyebab pergerakan yield di pasar surat utang domestik. Sebab, daya tahan fundamental domestik menjadi salah satu penopang arus modal asing ke pasar Indonesia. 

Sebab, ujian yang datang dari sisi eksternal belum mampu diimbangi oleh kondisi fundamental domestik. Hal ini tergambar dari kondisi surplus perdagangan yang pekan lalu mendapat perhatian pelaku pasar lantaran berasal dari turunnya capaian impor, alih-alih meningkatnya realisasi ekspor. 

Walaupun surplus tercatat sebesar US$7,25 miliar secara kumulatif sepanjang Januari-Agustus. Posisi ini menyusut tajam daripada periode sama tahun lalu yang sebesar US$29,35 miliar. Hal ini menggambarkan bahwa kinerja neraca dagang secara keseluruhan sebenarnya sedang mengalami penurunan.

Meskipun demikian, setidaknya data ketenagakerjaan AS yang melemah dengan adanya kenaikan tingkat pengangguran menjadi 4,2% dari sebelumnya 4,1%, meredakan sentimen hawkish oleh The Fed sebagian, meski belum sepenuhnya hilang. Pelaku pasar akan mencermati nada The Fed melalui risalah rapat FOMC yang akan rilis pekan ini.

Mengacu pada CME Fedwatch, suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) sejauh ini diperkirakan tetap berada di kisaran 3,75-4% pada pertemuan FOMC berikutnya dengan perkiraan 82,3%. Sementara sebanyak 17,7% meperkirakan The Fed tetap akan mengerek FFR pada pertemuan Oktober mendatang. 

(dsp/aji)

No more pages