Logo Bloomberg Technoz

Ekonom: Stimulus Q4-2026 Berpotensi Ditambal PNBP & Realokasi

Redaksi
05 October 2026 10:40

Warga memanggul beras bantuan pangan di wilayah Menteng, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga memanggul beras bantuan pangan di wilayah Menteng, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah mempersiapkan sejumlah insentif di kuartal IV-2026 yang bertujuan untuk untuk memperkuat jaring pengaman sosial, kapasitas tenaga kerja, serta stimulus sektor manufaktur dan perumahan. Dalam rilis terakhirnya, pemerintah mempersiapkan pendanaan sebesar Rp31 triliun.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menyebut bahwa komposisi stimulus Rp31 triliun tersebut 95%nya merupakan bantuan belanja sosial, yang tak bisa dibiayai sendiri,

“Dengan rasio pajak sekitar 10% terhadap PDB [Produk Domestik Bruto], tambahan aktivitas ekonomi dari stimulus Rp31 triliun secara kasar hanya dapat menghasilkan penerimaan pajak sekitar Rp3 triliun. Dampaknya terhadap penerimaan tetap positif, tetapi tidak cukup untuk menutup seluruh biaya program,” katanya kepada Bloomberg Technoz, Senin (5/10/2026)


Sementara itu, dari sisi pendapatan negara, kinerja agregat hingga Agustus memang kuat, mencapai Rp2.055 triliun atau tumbuh 25,4%.

Namun, ruang dari penerimaan pajak tetap terbatas. Realisasinya baru 59,8% dari target, sedangkan proyeksi akhir tahun sekitar Rp2.310,8 triliun atau 98% dari target Rp2.357,7 triliun.