Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Hari Ini Dibayangi Harga Minyak-Dolar AS yang Menguat

Tim Riset Bloomberg Technoz
05 October 2026 08:35

Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah hari ini diperkirakan kembali konsolidasi di perdagangan pasar spot usai menguat pada sesi perdagangan akhir pekan lalu. Pada perdagangan Senin (5/10/2026), rupiah masih menghadapi tingginya harga minyak dunia dan pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang cenderung menguat. 

Melansir data Bloomberg, harga minyak Brent bergerak di sekitar US$102,33/barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) relatif melandai di US$90,57/barel bersama dengan indeks dolar AS yang berada di 101,9. 

Persediaan minyak dunia yang terkuras tajam, disebut telah berada di level terendah dalam lima tahun terakhir menjadi salah satu pemicu mengapa harga minyak tak kunjung turun. Pada saat yang sama, pelaku pasar khawatir bahwa perang yang belum selesai dapat kembali memanas secara tak terduga. 


Bahkan, pada Jumat (2/10/2026), negara-negara G7 (AS, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Prancis) dan mitranya disebut akan melepas hingga 100 juta barel cadangan darurat minyak dan diesel.

Meski begitu, rencana ini tak memberikan sentimen positif dan harga minyak masih melambung. Sebab, perang di Timur Tengah kembali terjadi antara pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi melancarkan operasi militer untuk merebut seluruh wilayah yang berada di bawah kendali kelompok Houthi yang didukung Iran.